This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 Mei 2015

INDUSTRI

 KLASIFIKASI INDUSTRI

1.      Berdasarkan SK Menperin No 19 M/SK/1986

a.      Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Contoh : industri kertas, semen, pupuk, selulosa dan karet.
b.      Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau barang setengah jadi. Contoh : industri elektronika, mesin, pesawat terbang, perkakas, alat berat.
c.       Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen. Contoh : industri pangan, tekstil, kimia dasar, aneka industri bahan bangunan.
d.      Kelompok industri kecil, yaitu industri dengan modal kecil atau peralatan yang masih sederhana. Contoh : industri rumah tangga.

2.      Berdasarkan Tempat Bahan Baku

a.      Industri ekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku langsung dari alam.
b.      Industri nonekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku dai industri lain.
c.       Industri fasilitataif, yaitu industri yang berupa pelayanan jasa kepada masyarakat.

3.      Berdasarkan Modal

a.      Industri padat modal, yaitu industri dengan modal besar dan banyak menggunakan tenaga mesin.
b.      Industri padat karya, yaitu industri yang memerlukan banyak tenaga manusia.

4.      Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

a.      Industri rumah tangga, yaitu industri yang karyawannya < 5 orang.
b.      Industri kecil, yaitu industri yang karyawannya 5-19 orang.
c.       Industri sedang/menengah, yaitu industri yang karyawannya 20-99 orang.
d.      Industri besar, yaitu industri yang karyawannya > 100 orang.

5.      Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

a.    Market oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada pasar (konsumen).
b.   Power oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tenaga kerja.
c.    Supply oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tempat pengolahan.
d.   Raw material oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada bahan baku.
e.    Footloose oriented industry,  yaitu industri yang tidak berorientasi pada hal-hal tersebut.

6.      Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya

a.      Industri hulu, yaitu industri yang mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi.
b.      Industri hilir, yaitu industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi.
7.      Berdasarkan Produktifitas Perorangan

a.      Industri Primer, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.
b.      Industri Sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut
c.       Industri Tersier, yaitu industri yang bergerak di bidang jasa.
d.      Industri Kwartier, yaitu industri jasa yang berbasis teknologi tinggi.

8.      Berdasarkan Pengelolaannya

a.      Industri rakyat, yaitu industri yang diusahakan oleh rakyat.
b.      Industri negara, yaitu industri yang diusahakan oleh negara dan umumnya merupakan BUMN.

9.      Berdasarkan Asal Modal

a.      PMPD (Penanaman Modal Dalam Negeri), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal dalam negeri oleh pemerintah atau pengusaha nasional.
b.      PMA (Penanaman Modal Asing), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal asing.
c.       Patungan (Joint Venture), yaitu industri kerjasama antara swasta nasional dengan swasta asing.

10.  Berdasarkan Hasil Produksi

a.      Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin dan alat produksi.
b.      Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang jadi atau barang yang siap pakai dan langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

11.  Berdasarkan Bahan Dasar

a.      Industri campuran, yaitu industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
b.      Industri trafik, yaitu industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor.
c.       Industri konveksi, yaitu industri yang membuat pakaian jadi.
d.      Industri perakitan (assembling), yaitu industri yang kegiatannya merakit beberapa komponen menjadi barang jadi.

12.  Berdasarkan Pemasarannya

a.      Industri lokal (nonbasic), yaitu industri yang produknya hanya dipasarkan di dalam negeri.
b.      ndustri dasar (basic), yaitu industri yang hasilnya dipasarkan di dalam maupun di luar negeri.
13.  Berdasarkan Bahan Mentah

a.      Industri agraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil agraria.
b.      Industri nonagraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil tambang.



BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI DI INDONESIA?

Butuh Komitmen Bangsa Menyelamatkan Industri.

Melihat kondisi yang ada, Indonesia perlu segera mempertajam orientasi kebijakan pembangunan industri, agar lebih searah dengan tantangan persaingan ke depan. Tanpa daya saing, potensi pasar Indonesia yang kini menduduki ranking 15 dunia hanya akan dinikmati produk asing.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan terus bertambah, Indonesia sangat membutuhkan keberadaan industri yang kuat, berdaya saing di pasar dalam negeri maupun global. Industri adalah kunci bagi peningkatan kualitas hidup bangsa, sekaligus kunci bagi ketahanan perekonomian nasional. Perlu kebijakan yang didukung seluruh pemangku kepentingan, untuk menempatkan pasar dalam negeri sebagai basis pengembangan industri dalam negeri.
Oleh sebab itu dalam menghadapi diberlakukannya sistem Perdagangan Bebas/Liberalisasi Pasar Global (tidak hanya ACFTA), pemerintah diharapkan melihat masalah yang dihadapi industri nasional dalam sudut pandang yang lebih luas. Jangan hanya sekadar dengan langkah defensif/protektif, namun kita harus berpikir bahwa pertahanan paling baik adalah dengan kebijakan ofensif.
Dalam Roadmap Industri 2010-2015 yang diserahkan Kadin kepada pemerintah belum lama ini, disebutkan sejumlah rekomendasi tentang tindakan yang perlu ditempuh pemerintah bersama dunia usaha sebagai guideline. Ini diperlukan untuk menjaga dan menciptakan persaingan yang sehat, serta melakukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran barang di pasar domestik.
Sesungguhnya banyak di antara produk industri nasional yang berdaya saing cukup bagus, bahkan mampu menembus pasar negara maju.  Namun, mereka sering kehilangan daya saing di pasar dalam negeri sendiri akibat iklim persaingan tidak sehat, baik akibat peredaran produk ilegal maupun karena tak adanya standarisasi produk. Produk domestik harus didorong agar dapat bersaing dengan barang impor. Untuk itu, program insentif industri harus terus dilanjutkan, seperti kebijakan pembatasan pelabuhan impor untuk produk/ komoditas tertentu. Di sisi lain, perlu larangan ekspor segala jenis bahan baku mentah agar industri lokal tercukupi kebutuhannya. Pengembangan industri hilir (pengolahan) juga harus dilanjutkan. Insentif pengembangan industri tertentu dan di daerah tertentu harus diperluas, termasuk memperkenalkan tax holiday (pembebasan pajak).
Perlu terobosan percepatan proses dan penerapan standar nasional Indonesia (SNI), termasuk konsistensi pengawasan barang beredar. Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Departemen Perindustrian, per Januari 2009 hanya 84 produk industri yang menerapkan standar nasional Indonesia (SNI), dari sekitar 4.000 produk manufaktur yang beredar. Dari 84 SNI itu, hanya 39 produk yang telah diberlakukan SNI wajib dan sudah dinoti-fikasi ke WTO.
Terobosan percepatan implementasi harmonisasi tarif dan berbagai kebijakan fiskalpun diperlukan. Dalam hal ini, berbagai instrumen fiskal yang memungkinkan untuk menekan biaya produksi dan biaya usaha perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk industri nasional. Misalnya, fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN) serta bea masuk (BM) bahan baku dan bahan baku penolong.
Untuk menghadapi Perdagangan Bebas,  kita juga perlu mengoptimalkan berbagai kerja sama ekonomi bilateral seperti Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (U-EPA), khususnya untuk memperkuat Struktur Industri.. Dalam IJ-EPA a.l. disebutkan adanya keharusan Jepang untuk membantu capacity building sektor industri. Ini perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan daya saing industri domestik.
Pemerintah juga perlu memperkuat peran dan fungsi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI),  karena selama ini komite ini kurang optimal. Padahal, perannya sangat penting agar Indonesia bisa menerapkan bea masuk antidumping  (BMAD), guna membentengi pasar dari persaingan tidak sehat berupa dumping (harga jual ekspor lebih murah dibanding ke pasar dalam negeri). Peran KADI kian penting karena sangat mungkin di tengah arus perdagangan bebas, banyak negara yang memberi insentif, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada industrinya, melalui berbagai kebijakan di dalam negerinya.
Selain itu perlu kemudahan akses pembiayaan bagi industri (untuk permodalan revitalisasi permesinan/pabrik) meski tingkat bunga kredit kecil kemungkinan dapat serendah di negara kompetitor. Perhatian perbankan terhadap sektor industri tergolong minim sehinggga pembiayaan untuk revitalisasi permesinan/pabrik sangat sulit diperoleh. Padahal revitalisasi sangat penting dilakukan untuk meningkat daya saing karena banyak diantara industri nasional yang mesin-mesinnya sudah tua.
Ke depan, mungkin dapat diusulkan pendirian bank khusus industri (contohnya seperti BEI untuk pembiayaan ekspor), yang diharapkan bisa memahami risiko dan kondisi industri. Dengan demikian, ada kesamaan persepsi antara perbankan dan pelaku industri.
Selain itu juga perlu sinkronisasi pengembangan riset dan teknologi dengan industri agar kebijakannya sejalan dan fokus. Dalam hal ini harus ada insentif bagi industri yang melakukan pengembangan riset dan teknologi guna menarik investasi dengan teknologi yang lebih maju.
Dari sedemikian kompleksnya permasalahan yang di hadapi sektor industri manufaktur, hal yang paling mendesak diselesaikan segera adalah pembenahan masalah infrastruktur, termasuk jaminan pasokan energi. Pemerintah harus menjamin kecukupan pasokan energi (termasuk gas alam) dan memberi insentif terhadap setiap upaya diversifikasi energi yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, percepatan realisasi infrastruktur lainnya yang sempat tertunda, terutama akses jalan dari/ke pelabuhan dan kawasan industri, juga harus diselesaikan. Dalam hal ini, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah perlu ditingkatkan. Ini dilakukan agar bisa terwujud percepatan pembangunan infrastruktur dan jaminan pasokan energi seperti listrik. Yang juga tak kalah penting, seharusnya ekonomi biaya tinggi harus bisa dihilangkan, jika industri kita diharapkan bisa bersaing.

PENDAPAT SAYA SEKTOR INDUSTRI YANG DAPAT MEMBANTU PERKEMBANGAN EKONOMI
Sektor industri yang akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia yaitu sector industry dibidang pertambangan karena menuurut saya Indonesia adalah Negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah. Kita lihat saja perusahaan Freeport, mereka adalah perusahaan tambang yang berasa di kepulauan Irianjaya. mereka mendapatkan banyak sekali keuntunan dari hasil tambang yang diambil di Indonesia. Bayangkan saja, jika perusahaan Freeport menjadi milik Indonesia, keuntungannya dapat mambantu perkembangan di Indonesia.



Sabtu, 09 Mei 2015

Pertumbuhan Ekonomi



Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Apakah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, suatu Negara dapat dikatakan makmur?

Menurut saya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada suatu Negara dapat membuat Negara itu makmur. Karena, jika pertumbuhan ekonominya sudah baik, maka perkembangan atau pembangunan ekonomi pada Negara itu sendiri akan semakin membaik. . Sudut pandang terhadap pertumbuhan ekonomi ini ialah kenaikan kapasitas perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Tidak hanya itu, ketika pertumbuhan ekonomi sudah tinggi, maka masyarakat pun akan hidup dengan makmur. Tidak ada lagi adanya orang yang kesusahan karena pendapatan nasionanya yang kecil.

Apakah dari pernyataan diatas menjadi terciptanya kemakmuran pada penduduknya?

Tentu saja iya. Ketika pendapatan nasional per orangnya semakin baik maka akan semakin baik pula kehidupannya. Kemakmuran ditunjukan dengan adanya kekayaan atau harta yang cukup. Ketika seseorang sudah merasa cukup, maka kmakmuran sudah didapat.

Factor-faktor pertumbuhan ekonomi:
Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah.
Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Para pengusaha memiliki perkiraan yang matang bahwa input yang dikombinasikan akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat atau menjadi bararang yang akan dibutuhkan masyarakat. Kemampuan mengombinasikan input dapat disebut sebagai kemampuan inovasi. Sejarah mencatat bahwa kemampuatun inovasi tidak selalu dikaitkan dengan teknologi tinggi. Contohnya, produk coca cola, salah satu minuman ringan terlaris di dunia dihasilkan oleh wirausaha Amerika Serikat.




Sifat-sifat pertumbuhan Negara:
Suatu Proses 
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya bahwa pembangunan ekonomi itu berlangsung secara terus menerus, bukan merupakan kegiatan yang sifatnya sementara atau insidental. 
Usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita 
Suatu negara dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi, jika terjadi kenaikan dalam pendapatan per kapita. Karena kenaikan pendapatan per kapita tersebut merupakan cermin terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat. 
Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang 
Pendapatan per kapita, secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi, bukan berarti bahwa pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus menerus, pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar. 
Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi dan atau kelembagaan 
Suatu negara dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi, bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita yang diikuti pula dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan menggunakan tenaga hewan untuk membajak sawah diganti dengan menggunakan traktor. 


Sumber:




Selasa, 05 Mei 2015

PENGINSTALLAN DBASEE IV

Penginstalan Dbase
Instalasi sistem dilakukan dengan cara sbb: 
  •  Aktifkan komputer dan software yang bersangkut
  • Masukkan disket #1 (Install Disk) pada disk drive A
  • Pada saat DOS Prompt, aktifkan disk drive A dengan mengetik A: lalu tekan ENTER.
  • Ketik INSTALL lalu tekan ENTER untuk mengawali proses instalasi
  • Pilihan instalasi yang berupa : 

QUICKà untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user (pemakai tunggal). FULLà untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user atau multi-userMEN-DRIVENà untuk instalasi sistem dengan memilih fasilitas yang disediakan pada pilihan FULL.
  • Pilihan MENU-DRIVEN akan memunculkan baris menu sbb :

            Install yang berisi pilihan :
·         Install dBASE IV à untuk melanjutkan proses instalasi.
Transfer other filesà untuk melanjutkan proses instalasi seperti transfer file contoh, file tutorial dsb. Transfer file tsb merupakan kelanjutan instalasi sistem sebelumnya yaitu untuk pelengkap dari sistem dBASE IV.
·         Uninstall dBASE IVà untuk membatalkan instalasi yang pernah dilakukan.

DOS yang berisi pilihan :
·         Perform DOS Commandà untuk melakukan proses DOS dari program instalasi saat itu.
·         Go to DOSà untuk mengaktifkan sistem operasi DOS tanpa perlu mengakhiri proses instalasi. Dari DOS, ketik EXIT lalu tekan ENTER untuk kembali ke proses instalasi
·         Set Default drive : directory à untuk menentukan lokasi disk drive dan directory yang akan dipakai sebagai sumber proses instalasi.
·         EXIT à untuk keluar dari proses instalasi (membatalkan permintaan untuk instalasi sistem) dan kembali ke DOS.
  • Jika pilihan Install dBASE IV pada menu install, maka akan menampilkan pilihan berikutnya :

Single-userà untuk instalasi sistem dengan pemakai tunggal pada standalone komputer
Multi-userà untuk instalasi sistem dengan pemakai ganda pada LAN.
  • Berikutnya sistem akan menanyakan lokasi instalasi. Contoh : ketik C:\DBASE
  •  Lalu sistem akan menanyakan lokasi sistem file SQL. Contoh :   C:\DBASE\SQLHOME
  • Lalu sistem menanyakan warna tampilan monitor. Tujuannya ialah untuk menentukan jenis monitor yang akan dipakai oleh sistem.
  • Beberapa saat kemudian sistem akan menampilkan bagian pendaftaran software. Isi bagian :

User Name : nama anda
Company Nama : nama perusahaan anda
Serial Number : nomor seri dari software dBASE IV yang anda pakai.
Sesudah mengisi ketiga bagian tsb, tekan Ctrl-End untuk melanjutkan proses instalasi atau tekan ESC untuk membatalkannya.
  • Setelah proses transfer file, sistem akan meminta anda untuk menukar disket #1  dengan disket #2 (System Disk #1) lalu dengan disket #3 (System Disk #2)
  • Jika sebelumnya anda memilih jenis multi-user, maka anda harus :
            Add userà untuk menambah pemakai pada lingkungan LAN
            Skipà untuk melanjutkan proses
Tekan ENTER untuk melanjutkan proses.
  • Selanjutnya anda dapat memilih bagian Transfer Other Files yang ada di menu Install berupa :

·         Sample filesà untuk instalasi file contoh dari sistem dBASE IV.
·         Tutorial filesà untuk instalasi file petunjuk singkat pemakaian sistem dBASE IV.
·         DBASE Template Language Toolkità untuk instalasi file kerangka sistem dBASE IV dalam hal ini berupa alat bantu pemrograman sistem.
·         Autoexec.batà untuk modifikasi file AUTOEXEC.BAT agar siap untuk pemakaian dBASE IV dalam hal pelacakan file di lokasi disk dan directory lokasi sistem berada.
·         Config.sysà untuk modifikasi konfigurasi sistem DOS agar siap untuk memakai sistem dBASE IV.
Pada saat instalasi fasilitas tambahan tsb, sistem akan meminta anda disket #4 (Sample, Templates & Tutorial Disk)
  • Pilih menu EXIT untuk mengakhiri proses instalasi


Sumber: