1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi
terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan
kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran
dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi
keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika
ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak
hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu
misalnya segelas air merek Aqua yang
bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam
dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses
dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep
pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price),
pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang
bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam
konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
2. 7 Variabel Pemasaran
Produk (Product)
merupakan barang fisik, jasa ataupun kombinasi keduanya, yang
ditawarkan kepada pasar sasaran. Produk merupakan elemen marketing mix yang
pertama yang perlu kita ketahui, untuk dapat menyusun bauran pemasaran
selanjutnya yang sesuai dengan jenis produk tersebut.
Harga/tarif (Price)
merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan pelanggan untuk
memperoleh produk hasil perusahaan. Dalam mempertimbangkan harga harus
diperhatikan tingkat permintaan produk, perkiraan biaya produksi, harga produk
pesaing, situasi dan kondisi persaingan serta pasar sasaran, Groth (Journal
of management decision, 1995).
Tempat (Place)
merupakan perencanaaan dan pelaksanaan program penyaluran produk
melalui lokasi pelayanan yang tepat, sehingga produk berada pada tempat yang
tepat, pada waktu yang tepat dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan
dan keinginan konsumen. Untuk produk industri manufaktur place diartikan
sebagai saluran distribusi (zero channel, two level channels, dan multilevel
channels ) sedangkan untuk produk industri jasa place diartikan
sebagai tempat pelayanan jasa/Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok
jasa kepada pelanggan yang dituju merupakan keputusan kunci. Keputusan mengenai
lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana
penyerahan jasa kepada pelanggan dan dimana itu akan berlangsung.
Promosi (Promotion)
merupakan kombinasi dari variabel-variabel periklanan, penjualan
tatap muka, promosi penjualan, dan publisitas yang dilakukan perusahaan dalam
upaya mengkomunikasikan produk kepada para pelanggan (konsumen), sehingga para
pelanggan (konsumen) termotivasi/terdorong untuk melakukan pembelian.
Orang (People)
adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan
segala aktifitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting
bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa unsur people ini
bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional
saja, tetapi juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen.
Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam
mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image perusahaan
jasa yang bersangkutan.
Sarana Fisik (Physical Evidence)
merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi
keputusan konsumen, untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan.
Unsur-unsur yang termasuk di dalam physical evidenceantara lain
lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, perabot/peralatan,
perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan service yang
diberikan seperti tiket, sampul, label, dan lain sebagainya. Selain itu
atmosfir dari perusahaan yang menunjang seperti visual, aroma, suara,
tata ruang,dll.
Proses (Process)
mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan
melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Untuk perusahaan jasa, kerjasama antara marketing dan
operasional sangat penting dalam elemen process ini, terutama
dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan pelanggan (konsumen) secara cepat
dan tepat.
3. Konsep Sistem Pemasaran
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa
pencapaian secara organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan
pasar serta penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efesien
dibandingkan pesaing.
Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara yang berwarna-warni seperti :
Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara yang berwarna-warni seperti :
- Kami mewujudkan keinginan anda
- Terbang untuk melayani
- Kami tidak puas sebeluma anda puas
- Dan kami bisa melebihi harapan anda (Kotler & Amstrong, 2005:21).
Konsep pemasaran dan konsep
penjualan pempunyai pengertian yang berbeda. Konsep penjualan mempunyai
perspektif dari dalam keluar. Konsep itu sendiri dimulai dengan pabrik, berfokus
pada produk perusahaan yang sudah ada dan melakukan penjualan dan promosi
besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang mampu mendatangkan laba.
Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam.Konsep itu
memusatkan perhatian penuh pada penaklukan pelanggan mendapatkan penjualan
jangka pendek.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, konsep pemasaran merupakan proses pendistribusian barang yang dilakukan dari luar ke dalam supaya memperoleh laba dan kepuasan pelanggan. Pelanggan itu sendiri adalah orang yang paling penting dalam perusahaan, pelanggan itu sendiri tidak tergantung pada kita. Kita tergantung pada pelanggan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, konsep pemasaran merupakan proses pendistribusian barang yang dilakukan dari luar ke dalam supaya memperoleh laba dan kepuasan pelanggan. Pelanggan itu sendiri adalah orang yang paling penting dalam perusahaan, pelanggan itu sendiri tidak tergantung pada kita. Kita tergantung pada pelanggan.
4.
Pengertian Bisnis Internasional
Bisnis internasional
merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara
yang lain. Transaksi ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan dapat
melibatkan masing-masing perusahaan, kelompok perusahaan, atau lembaga-lembaga
pemerintah. Beberapa definisi tentang Bisnis Internasional menurut beberapa
ahli :
·
Ball ,McCulloch,Frantz,Geringer,Minor(2006)
Bisnis
yang kegiatannya melampaui batas Negara. Definisi tersebut mencakup perdagangan
internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai
bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan,
konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.
·
Charles WH Hill (2008)
Perusahaan
yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.
·
Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004)
Semua
transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau
lebih.
5. Beberapa Alasan
Dilakukannya Bisnis internasional
Alasan-alasan
yang mempengaruhi perusahaan melakukan bisnis internasional adalah:
- Memperluas pemasaran atau penjualan
Hal
ini terjadi sebab mungkinsaja sebuah perusahaan mempunyai kapasitas produksi
berlebih dan tidak ada lagi peluang memasarkan dan menjual produk di Negara
tempat perusahaan tersebut berada.
- Memperoleh akses bahan baku dan faktor-faktor produksi lain
Perusahaan
yang bergerak dibidang pertambangan dan agricultural harus mencari Negara
dimana sumber daya alam atau iklim memungkinkan perusahaan tersebut menjalankan
aktivitasnya.
- Mendapatkan akses pengetahuan, khususnya teknologi
Akses
teknologi sangat diperlukan karena dengan dikuasainya teknologi ini akan
meningkatkan daya saing perusahaan dalam kompetisi di pasar global.
Beberapa
cara yang bisa ditempuh oleh perusahaan dalam menjalankan bisnis internasional
adalah:
- Ekspor dan impor
- Kontrak manajemen
- Pemakaian lisensi
- investasi
Alasan negara yang melakukan bisnis internasional :
Suatu negara melakukan perdagangan internasional
karena dua alasan utama yang maisng-masing menyumbangkan keuntungan perdagangan
bagi mereka. Alasan pertama, negara-negara berdagang karena setiap negara
berbeda satu sama lain. Bangsa-bangsa, sebagaimana individu dapat memperoleh
keuntungan dari perbedaan-perbedan mereka melalui suatu pengaturan dimana
setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif baik. Alasan kedua, negara-negara
berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis dalam produksi,
maksudnya jika setiap negara menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka
dapat menghasilkan barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan
karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk
memproduksi segala jenis barang. Motif inilah dalam dunia nyata merupakan
cerminan interaksi perdagangan internasional.
alasan utama mengapa perusahaan-perusahaan AS
terlibat dalam bisnis internasional adalah untuk :
1. menarik permintaan asing
2. memanfaatkan teknologi.
3. menggunakan sumber daya yang murah
4. melakukan diversifikasi secara internasional.
Beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis
internasional antara lain berupa :
Spesialisasi antar bangsa – bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan
tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan
strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :
a.
Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata
benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien
dan paling murah diantara Negara-negara yang lain.
b.
Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan
paling kecil diantara Negara-negara yang lain
c.
Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan
atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya
Sumber:
Terima kasih kepada para sumber :)
tertanda Muhammad Iman Fadhlillah






0 komentar:
Posting Komentar