Pengertian Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah
suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue)
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di
pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat
adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga
merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara
kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya
tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu
menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan,
dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara
terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga
digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang
kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk
mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Contoh Inflasi:
Baru-bari ini pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM pada
tanggal 21 juni lalu. Hal ini membuktikan bahwa bangsa kita benar-benar
mengalami masalah naiknya harga BBM. Hal ini terjadi dikarenakan permntaan masyarkat
akan konsumsi BBM melambung tinggi sementara stock atau persediaan BBM semakin
menipis. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasikrisis BBM
ini, awalnya pemerintah melakukan pembatasan pengguna BBM subsidi. Penggunaan ini
dilakukan pada BBM premium yang menjadi sasaran utama oleh pemerintah kepada
kendaraan dinas. Namun usaha ini dapar diategorikan gagal karena terbukti masih
banyak kendaraan dinas yang menikmati BBM subsidi.
Apakah inflasi selalu merugikan?
Jawabannya yaitu tidak. Karena selain memiliki dampak yang negative,
infasi jga memilik dampak positif bagi masyarakat maupun para pengusaha. Mengapa
begitu? Dikarenakan adanya inflasi maka perputaran barang pun semakin cepat,
karena dengan perputaran barang yang semakin cepat inilah akan timbul banyaknya
laangan perkerjaan. Selain itu, keuntungan untuk para pengusaha yaitu produksi
terus bertambah karena penghasila perushaan juga terus bertambah.
5 faktor
yang mempengaruhi investasi pada suatu Negara
1.
Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor
yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi
biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan
mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka
ia akan melakukan investasi.
2. Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan
faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang
panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan
memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan
dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang
lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk
menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
3. Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas
akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya
adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern.
Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
4. Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak
perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak
pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada
investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan
berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik.
Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi
melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal
dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat
kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan
tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan
domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan
penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.
Pada sisi penawaran, pengaruh
aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan
tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata
uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang
domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang
diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif
terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods),
sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong
ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.
5. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh
negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang
tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka
panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal
serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu
menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering
dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu
ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
Sumber:
http://www.slideshare.net/nciezkdpurplelover/bab-i-4-36983226
Muhammad Iman Fadhlillah
1eb11
27214339






0 komentar:
Posting Komentar